<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740</id><updated>2011-04-21T19:29:20.047-07:00</updated><category term='2008-2010'/><title type='text'>Selamat Datang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-7528728905747046830</id><published>2008-10-19T11:10:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T11:16:12.738-07:00</updated><title type='text'>Meneg PP: Selamatkan Anak dari Pornografi (Republika 17 September 2008)Menneg PP: Selamatkan Anak-anak dari Pornografi

2008-10-18 09:00:16
Republika</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;JAKARTA -- Menteri Negara Pem ber dayaan Perempuan Meutia Hatta mengajak semua pihak untuk menyelamatkan moral anak-anak bangsa agar tak terjerumus dalam pengaruh bu ruk pornografi dan pornoaksi. ‘’Kita tidak boleh membuat anak-anak kita tak bermoral,'' tegas Meutia dalam Ha lal bi halal dan Diskusi Strategis Ja ringan Pendukung Bahaya Por nografi di Jakarta, Kamis (16/10).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Sejumlah ormas keagamaan dan kewanitaan hadir dalam acara tersebut, antara lain KPI, Renakta Polri, KPAI, Kowani, Masyarakat Tolak Por nografi, LSM Jangan Bugil Depan Kamera, Aliansi Selamatkan Anak Indo nesia (ASA), dan Forum Umat Islam.Lebih lanjut Meutia Hatta me egaskan bahwa RUU Pornografi adalah da lam upaya menyelamatkan moral bangsa tersebut. Karenanya, kata Men teri, perlu didukung semua pihak. ''RUU itu juga membuat tatanan ma syarakat yang baik, berahlak mulia dan supaya tak termakan hal-hal bu ruk pornografi. Apa kah kita ingin me lihat generasi muda kita rusak? Kan tidak,'' papar Meutia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Diceritakan Meutia, bahwa ia se ring berkunjung ke Lembaga Pemasyara kat an Anak dan banyak menemui anak usia delapan hingga 12 tahun ditahan dalam Lapas tersebut karena kasus pen cabulan. ''Ini sudah sangat memprihatinkan,'' katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Pada kesempatan itu, Fera Ariefah, dari ASA menegaskan bahwa selama ini telah terjadi pemelintiran pemberi taan dimedia massa terkait RUU Pornografi. ''MUI Bali, HTI bahkan Ibu Menteri Meutia Hatta dipelintir oleh me dia, dikatakan bahwa mereka menolak RUU Pornografi ini. Setelah kami cek, ternyata mereka mengaku tidak demikian dan pernyataan-pernyataan mereka telah dipelintir, bahkan wartawan yang bersang kutan ternyata tidak pernah melakukan wawancara terhadap mereka,'' tegas Fera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Pada kesempatan terpisah di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sejum lah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Moral Bangsa, menyatakan mendukung segera disahkannya RUU Pornografi. ‘’Por no grafi berpengaruh negatif pada gene rasi muda,’‘ ujar Nur Amelia Kahar, koordinator aliansi yang beranggotakan Pelajar Islam Indonesia, HMI MPO, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Lembaga Dakwah Kam pus Institut Pertanian Bogor, Forum Indonesia Muda, Kohati MPO, SALAM Universitas Indonesia, GPI Putri, Rumah Belajar, Brigade PII, Korpus PII Wati, serta Aliansi Pemuda Sela matkan Bangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Ia mengutip data dari survei Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2005 me nun jukkan bahwa lebih dari 80 persen anak usia 9-12 tahun di Jadebotabek te lah mengakses materi pornografi. Ia me rinci data perolehan materi por nografi itu: 25 persen melalui telepon genggam, 20 persen dari situs porno in ternet, 12 persen dari majalah, 12 persen dari film/VCD/DVD. ‘’Sementa ra remaja usia 19-24 tahun hampir 97 persen pernah mengakses situs porno,'' papar Amelia. Ia mengutip laporan BBC dan CNN tahun 2001 yang me nyebut Indonesia dan Rusia merupa kan pemasok terbesar materi porno grafi anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Bertujuan mulia Sementara itu, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah me minta rancangan Undang Un dang (RUU) Pornografi yang tengah digodok di DPR diminta untuk diperbaiki lagi agar tidak me nimbulkan kesan bias. ‘’RUU ini sebaiknya segera dituntaskan agar tidak menjadi masalah yang berlarut-larut,’‘ ujar Ketua Umum PP NA, Evi Sofia usai diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla, kemarin (16/10). Inayati menyadari RUU ini mempunyai tujuan yang mulia untuk melindungi masyarakat dari bahaya pornografi. ''Tapi kita lihat draftnya perlu diperjelas lagi sehingga tidak bias,'' ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Evi mencontohkan pengertian pornografi yang menurutnya perlu dipertajam agar tidak mengandung makna ganda. Ia jugameminta kejelasan mengenai korban pornografi yang bisa disa lahartikan sehingga dapat diskri minalisasi. Lalu ada pula pa sal-pasal pengecualian yang di mintanya diperjelas. ''Masih ada beberapa pasal yang mem buka peluang perdebatan,'' se butnya. Pengurus PP NA beraudiensi dengan Wapres untuk melaporkan rencana Muktamar XI di Makassar 18-21 November 2008. Pada audiensi itu, Wapres meminta NA untuk ikut berkontribusi terhadap penyelesaian RUU ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Evi menyadari masyarakat kini terpecah antara yang mendukung dan menentangnya. Ia meminta agar kalangan yang menolak RUU ini untuk menuangkan pikiran-pikirannya dalam bentuk tertulis. Bahkan bila perlu ia menyarankan agar penolak RUU ini membuat RUU Pornografi menurut versinya masing-masing. ''Jangan asal menolak, sehingga masyarakat tidak hanya melihat konflik diluarnya tapi tidak pada substansinya,''imbuhnya. ? osa/djo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-7528728905747046830?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/7528728905747046830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=7528728905747046830' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/7528728905747046830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/7528728905747046830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2008/10/meneg-pp-selamatkan-anak-dari.html' title='Meneg PP: Selamatkan Anak dari Pornografi (Republika 17 September 2008)Menneg PP: Selamatkan Anak-anak dari Pornografi&#xA;&#xA;2008-10-18 09:00:16&#xA;Republika'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-1049675467330832802</id><published>2008-10-19T11:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T11:10:16.351-07:00</updated><title type='text'>PERNYATAAN SIKAP PII WATIPelajar adalah aset bangsa, yang memiliki posisi strategis. Dipundaknyalah harapan dan cita-cita besar bangsa dititipkan</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Pelajar adalah aset bangsa, yang memiliki posisi strategis. Dipundaknyalah harapan dan cita-cita besar bangsa dititipkan. Pelajarlah yang kemudian akan melanjutkan estafeta kepemimpinan bangsa. Namun, realitas menyadarkan kita. Maraknya penyebaran materi pornografi, dalam berbagai bentuknya (VCD, gambrar, foto, sketsa dan sebagainya) telah melahirkan ekses negatif yang menggerogoti pelajar. Secara perlahan, mengikis dan merusak karakter pelajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="storycontent"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="storycontent"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Korpus korps PII Wati Pelajar Islam Indonesia, sebagi bagian dari elemen masyarakat yang fokus pada pembinaan dan pembelaan hak – hak pelajar, khususnya pelajar putri menyampaikan kepada kita semua agar persoalan ini membuka mata hati kita. Bahwa pelajar, di ambang kehancuran. Materi pornografi, dengan sangat mudahnya dapat diakses oleh pelajar. Jika kondisi ini terus dibiarkan berlanjut, maka sedianya pelajar yang akan menjadi pemimpin bangsa ini tidak dapat diharapkan lagi eksistensinya sebagai generasi penerus bangsa yang bermoral dan akan membawa perubahan dan pencerahan bagi seluruh rakyat dan tumph darah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="storycontent"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="storycontent"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Penyadaran terhadap bahaya yang ditimbulkan dari merebaknya peredaran materi pornografi, menjadi sangat penting dilakukan oleh siapa saja (individu, masyarakat amupun pemerintah). Namun, upaya penyadaran saja tentunya tidak cukup. Sangat dirasa perlu, adanya suatu payung hokum yang akomodatif terhadap persoalan ini. Berkaitan dengan hal ini, maka kami menyapaikan pernyataan sikap:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="storycontent"&gt; &lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Mendukung dan menyampaikan apresiasi atas itikad baik pemerintah untuk melahirkan satu produk hukum berupa RUU Pornografi, yang diharapkan dapat mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berakhlak dan berkepribadian luhur serta menjunjung tinggi nilai – nilai Ketuhanan YME.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Sebagai sebuah payung hukum, RUU Pornografi hendaknya dapat mengakomodir kepentingan pelajar, khususnya pelajar putri. Kemiskinan yang terjadi secara struktural menimpa sebagian besar masyarakat khususnya perempuan (termasuk pelajar putri) tidak serta merta dapat menjerat perempuan sebagai pihak yang bersalah. Belum lagi konstruksi sosial masyarakat, yang cenderung menempatkan perempuan pada posisi subordinasi sehingga peluang perempuan tereksploitasi dalam satu industri pornografi cukup besar. &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Mengutuk dan mengecam keras, peseorangan dan koorporasi yang telah turut andil dalam merebaknya peredaran materi pornografi yang telah merusak karakter pelajar.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Menghambau pelajar se-Indonesia untuk tetap kritis dalam menyikapi persoalan bangsa, serta tidak mudah terpengaruh dan bahkan menjadi konsumen atas produk yang bermuatan cabul mesum. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="storycontent"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="storycontent"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right"&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;    Jakarta, 17 September 2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="storycontent"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right"&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;Korpus Korps PII Wati  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="storycontent"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right"&gt;&lt;span class="storycontent"&gt;NUR AMELIA K.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-1049675467330832802?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/1049675467330832802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=1049675467330832802' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/1049675467330832802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/1049675467330832802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2008/10/pernyataan-sikap-pii-watipelajar-adalah.html' title='PERNYATAAN SIKAP PII WATIPelajar adalah aset bangsa, yang memiliki posisi strategis. Dipundaknyalah harapan dan cita-cita besar bangsa dititipkan'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-7189661500152454246</id><published>2008-10-18T21:05:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T22:50:42.522-07:00</updated><title type='text'>APPMB</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  A P P M B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PII – HMI MPO – KAMMI – KORPUS PIIWATI – LDK IPB – FORUM INDONESIA MUDA – KOHATI MPO –ALIANSI PEMUDA SELAMATKAN BANGSA – SALAM UI - BRIGADE PII – RUMAH BELAJAR &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PERNYATAAN SIKAP&lt;br /&gt;ALIANSI PEMUDA PEDULI MORAL BANGSA&lt;br /&gt;TERHADAP RUU PORNOGRAFI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;History make man wise, ungkapan ini sudah lazim kita dengarkan dan memang tidak dapat dinafikan. Sejarah sudah selayaknya menjadi tempat berkaca, mengkontemplasikan perubahan dan melahirkan gagasan baru yang lebih kontekstual. Dalam pusaran sejarah bangsa ini, ada sebuah fenomena menarik untuk dicermati. Kepimimpinan kaum muda. Gerakan muda dengan sederet tokohnya yang tentulah merupakan para pemimpin kaum muda mencatat serentetan kiprah kepeloporan untuk perubahan. Kaum muda senantiasa menjadi bagian yang tak bisa lepas dari setiap episode kesejarahan bangsa. Tidak dapat dinafikan lagi, pemuda adalah aset bangsa (human capital) yang memiliki posisi strategis. Pemuda adalah pewaris estafeta kepemimpinan bangsa. Pada diri pemudalah harapan dan cita-cita besar bangsa akan ditipkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, realitas menyadarkan kita bahwa pemuda berada dalam ambang kehancuran dengan adanya  ancaman pornografi. Beberapa data sebagai fakta yang dapat diajukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Data kekerasan seksual yang menimpa anak-anak (usia di bawah 18 tahun) yang dihimpun oleh Pusat Krisis Terpadu untuk Perempuan dan Anak di RSCM dari Juni 2000 hingga Juni 2005 menunjukkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan mencapai 1200 kasus dan pencabulan anak laki-laki sebanyak 68 kasus. Korban umumnya dibawah usia 16 tahun, dan pada umumya dimulai ketika anak masih sangat kecil dan belum mengerti perilaku seksual.&lt;br /&gt;2. Data dari Survei Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2005 menunjukkan bahwa lebih dari 80 % anak berusia 9-12 tahun di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi telah mengakses materi  pornografi, 25 % melalui hand phone, 20 % dari situs porno di internet, 12 % dari majalah , 12 % dari film/ VCD/ DVD. Remaja usia 19-24 tahun lebih parah lagi, 97 % (artinya hampir semua) remaja pernah mengakses situs porno.&lt;br /&gt;3. Anak-anak Indonesia kini telah dijadikan sebagai model gambar-gambar porno yang bereder di situs-situs internet atau website. Bahkan, menurut hasil survei dari Top Ten Review pada tahun 2006, anak Indonesia ditengarai merupakan jumlah terbesar yang dijadikan model pada situs tersebut. 'Dari 4,2 juta situs porno, 100 ribu diantaranya berupa situs yang menampilkan anak-anak sebagai objek seksual, dan yang terbanyak adalah anak-anak Indonesia,' kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Masnah Sari, usai sosialisasi Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak di Graha Bhumi Phala, Kantor Setda Temanggung, Rabu (9/4).&lt;br /&gt;4. Di Indonesia pada tahun 1999 terjadi 2 juta aborsi, 750.00 diantaranya terjadi pada pasangan yang belum menikah. Wajar, karena Penelitian BKKBN di enam kota di Jawa Barat tahun 2002 menyebutkan: 39,65% (artinya 4 dari 10) remaja pernah berhubungan seks sebelum nikah. (Lihat Sejarah Erotisme &amp;amp; Seks Bebas, Umar Abdullah, Bogor : elMoesa Production, 2006).&lt;br /&gt;5. Buletin al-Islam Edisi 315 Setiap hari berbagai media (cetak maupun elektronik) selalu menyajikan berita tentang berbagai kasus yang mendera anak-anak kita. Pelecehan seksual, penculikan, penyiksaan, pembunuhan (bahkan sejak usia sangat dini dengan aborsi), perdagangan anak, anak-anak yang terbelakang&lt;br /&gt;karena kurang gizi, anak-anak putus sekolah, hingga kriminalitas anak&lt;br /&gt;6. Ancaman Televisi Sekitar 60 juta anak Indonesia menonton TV selama berjam-jam hampir sepanjang hari. Berdasarkan penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2002, di Jakarta, misalnya, anak-anak menghabiskan sekitar 30-35 jam di depan pesawat TV selama seminggu atau 1560-1820 jam pertahun. Angka itu bahkan jauh lebih besar daripada jam belajar anak di Sekolah Dasar (SD) yang tidak sampai 1.000 jam setahun. Sementara apa yang mereka tonton daiantaranya tayangan yang menampilkan ketelanjangan dan ataupun yang mengesankan ketelanjangan.&lt;br /&gt;7. Meningkatnya jumlah masyarakat yang terkena penyakit yang mematikan di Indonesia. Diperkirakan 30 ribu orang terjangkit HIV/AIDS.&lt;br /&gt;8. BBC dan CNN pada 2001 juga pernah melaporkan, Indonesia dan Rusia merupakan pemasok terbesar materi pornografi anak, di mana anak-anak ditampilkan dalam adegan-adegan seksual. (Republika, 21/5/06).&lt;br /&gt;9. Sekitar 100.000 wanita dan anak-anak diperdagangkan setiap tahunnya, di antaranya untuk bisnis seks. Indonesia bersama 22 negara lainnya dipandang sebagai sumber perdagangan manusia, baik untuk kepentingan dalam negeri maupun mancanegara. Salah satu tujuan perdagangan manusia adalah memasukkan perempuan dalam industri prostitusi&lt;br /&gt;10. Aborsi di Indonesia terjadi sebanyak 2,2 juta setahunnya. Maknanya setiap 15 detik seorang calon bayi di suatu tempat di negeri ini meninggal&lt;br /&gt;11. Ancaman Pornografi dan Seks Bebas berdasarkan data Yayasan Kita dan Buah Hati pernah melakukan survei sepanjang tahun 2005 di antara kalangan anak-anak SD, usia 9-12 tahun. Respondennya 1.705 anak di Jabodetabek, ternyata 80 persen dari anak-anak itu sudah mengakses materi pornografi dari bermacam-macam sumber: komik-komik, VCD/DVD, dan situs-situs porno. Di Indonesia, komik-komik porno harganya cuma Rp 2.000-Rp 3.000, sementara VCD porno bisa Rp 10.000 dua keping. Itu bisa dibeli di stasiun kereta, di depan sekolah, di depan kantor polisi, bisa di mana saja. .&lt;br /&gt;12. Terdapat 4,200,000 (empat koma dua juta) situs porno dunia, 100,000&lt;br /&gt;(seratus ribu) situs porno Indonesia di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sebagai elemen pemuda yang risau dan sekaligus peduli pada moral bangsa MENYATAKAN SIKAP:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MENGUTUK DAN MENGECAM KERAS, PERSEORANGAN MAUPUN KOORPORASI YANG TELAH TURUT ANDIL DALAM MEREBAKNYA PEREDARAN MATERI PORNOGRAFI YANG TELAH MERUSAK MORAL DAN KARAKTER PEMUDA INDONESIA&lt;br /&gt;2. MEMANDANG PENTING LAHIRNYA PRODUK HUKUM YANG SECARA TEGAS MAMPU MENGATUR AGAR PORNOGRAFI TIDAK SEMAKIN BERKEMBANG LUAS&lt;br /&gt;3. MENDUKUNG SEGERA DISAHKANNYA RUU PORNOGRAFI DEMI PENYELAMATAN ASET BANGSA (PEMUDA)&lt;br /&gt;4. PERAN AKTIF CRIMINAL JUSTICE SYSTEM (APARAT PENEGAK HUKUM POLISI, JAKSA DAN HAKIM) DALAM MENJALANKAN UNDAN-UNDANG YANG TELAH ADA&lt;br /&gt;5. MENGHIMBAU MASYARAKAT UNTUK TETAP KRITIS DAN OBJEKTIF TERHADAP MASALAH DEKADENSI MORAL YANG TERJADI PADA BANGSA INI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jakarta, 16 Oktober 2008&lt;br /&gt;Koordinator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Amelia Kahar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-7189661500152454246?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/7189661500152454246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=7189661500152454246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/7189661500152454246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/7189661500152454246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2008/10/blog-post.html' title='APPMB'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-7285702542524129013</id><published>2008-10-16T05:03:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T05:07:50.227-07:00</updated><title type='text'>Grand Proyek Eksternal</title><content type='html'>Korpus Korps PII Wati 2008-2010 akan konsen terhadap persoalan pelajar puteri dan perempuan khususnya tentang PORNOGRAFI, KESEHATAN REPRODUKSI, dan TRAFFICKING&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-7285702542524129013?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/7285702542524129013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=7285702542524129013' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/7285702542524129013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/7285702542524129013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2008/10/grand-proyek-eksternal.html' title='Grand Proyek Eksternal'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-8675917624019539118</id><published>2008-10-08T05:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-08T05:52:05.637-07:00</updated><title type='text'>RUU Pornografi</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;b&gt;PERNYATAAN SIKAP&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;b&gt;KOORDINATOR PUSAT KORPS PII WATI&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;b&gt;PELAJAR ISLAM INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Pelajar adalah aset bangsa, yang memiliki posisi strategis. Dipundaknyalah harapan dan cita-cita besar bangsa dititipkan. Pelajarlah yang kemudian akan melanjutkan estafeta kepemimpinan bangsa. Namun, realitas menyadarkan kita. Maraknya penyebaran materi pornografi, dalam berbagai bentuknya (VCD, gambrar, foto, sketsa dan sebagainya) telah melahirkan ekses negatif yang menggerogoti pelajar. Secara perlahan, mengikis dan merusak karakter pelajar.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Korpus korps PII Wati Pelajar Islam Indonesia, sebagi bagian dari elemen masyarakat yang fokus pada pembinaan dan pembelaan hak – hak pelajar, khususnya pelajar putri menyampaikan kepada kita semua agar persoalan ini membuka mata hati kita. Bahwa pelajar, di ambang kehancuran. Materi pornografi, dengan sangat mudahnya dapat diakses oleh pelajar. Jika kondisi ini terus dibiarkan berlanjut, maka sedianya pelajar yang akan menjadi pemimpin bangsa ini tidak dapat diharapkan lagi eksistensinya sebagai generasi penerus bangsa yang bermoral dan akan membawa perubahan dan pencerahan bagi seluruh rakyat dan tumph darah Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Penyadaran terhadap bahaya yang ditimbulkan dari merebaknya peredaran materi pornografi, menjadi sangat penting dilakukan oleh siapa saja (individu, masyarakat amupun pemerintah). Namun, upaya penyadaran saja tentunya tidak cukup. Sangat dirasa perlu, adanya suatu payung hokum yang akomodatif terhadap persoalan ini. Berkaitan dengan hal ini, maka kami menyapaikan pernyataan sikap:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Mendukung dan  menyampaikan apresiasi atas itikad baik pemerintah untuk melahirkan  satu produk hukum berupa RUU Pornografi, yang diharapkan dapat  mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berakhlak dan  berkepribadian luhur serta menjunjung tinggi nilai – nilai  Ketuhanan YME.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Sebagai sebuah  payung hukum, RUU Pornografi hendaknya dapat mengakomodir  kepentingan pelajar, khususnya pelajar putri. Kemiskinan yang  terjadi secara struktural menimpa sebagian besar masyarakat  khususnya perempuan (termasuk pelajar putri) tidak serta merta dapat  menjerat perempuan sebagai pihak yang bersalah. Belum lagi  konstruksi sosial masyarakat, yang cenderung menempatkan perempuan  pada posisi subordinasi sehingga peluang perempuan tereksploitasi  dalam satu industri pornografi cukup besar.   &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Meminta, agar  rancangan ini mengakomodir perempuan yang menjadi objek atau model  sebagai korban (dengan atau tanpa adanya persetujuan dari perempuan  itu). Bukan dengan ikut memviktimisasikan perempuan.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Mengutuk dan  mengecam keras, peseorangan dan koorporasi yang telah turut andil  dalam merebaknya peredaran materi pornografi yang telah merusak  karakter pelajar.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Menghambau pelajar  se-Indonesia untuk tetap kritis dalam menyikapi persoalan bangsa,  serta tidak mudah terpengaruh dan bahkan menjadi konsumen atas  produk yang bermuatan cabul mesum.   &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;    &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right"&gt;    Jakarta, 17 September 2008&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right"&gt;Korpus Korps PII Wati  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-8675917624019539118?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/8675917624019539118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=8675917624019539118' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/8675917624019539118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/8675917624019539118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2008/10/pernyataan-sikap.html' title='RUU Pornografi'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-5067215456030145451</id><published>2008-10-08T05:14:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T08:25:23.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2008-2010'/><title type='text'>SUSUNAN KEPENGURUSAN 2008-2010</title><content type='html'>&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Bradley Hand ITC,cursive;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Ketua&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nur Amelia Kahar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Bradley Hand ITC,cursive;"&gt;Sekertaris&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Marwiyah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Bradley Hand ITC,cursive;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Bendahara&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mariyam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Bradley Hand ITC,cursive;"&gt;Bidang Kursus dan Tunas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mulkiyatussaadah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Khaerunnisa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Bradley Hand ITC,cursive;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Bidang Pembinaan dan Pengembangan Aparat Korps&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wahyuni&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Khusnul Khatimah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Bradley Hand ITC,cursive;"&gt;Bidang Kajian Isu Strategis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ismaryah Agustini*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Megawati Djafar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-5067215456030145451?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/5067215456030145451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=5067215456030145451' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/5067215456030145451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/5067215456030145451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2008/10/susunan-kepengurusan-2008-2010.html' title='SUSUNAN KEPENGURUSAN 2008-2010'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-4714646176984866198</id><published>2007-08-10T00:41:00.002-07:00</published><updated>2008-12-12T19:22:49.990-08:00</updated><title type='text'>TURNAMEN BOLA BEKEL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RrwXdMfUvkI/AAAAAAAAACE/0jZNZenlF2I/s1600-h/bekel+1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RrwXdMfUvkI/AAAAAAAAACE/0jZNZenlF2I/s320/bekel+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5096974668612812354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Permainan tradisional mulai banyak ditinggalkan. Salah satunya permainan bola bekel. Padahal permainan tersebut lebih banyak menggunakan gerak motorik. Selain itu, permainan yang dimainkan secara tim ini, sebagai sarana efektif untuk anak dalam belajar bersosialisasi. Olehnya itu, PII Wati kembali membangkitkan minat masyarakat khusunya anak-anak untuk gemar dengan permainan tradisional dengan menggelar turnamen bola bekel. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar putri Sekolah Dasar se-Malang Raya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-4714646176984866198?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/4714646176984866198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=4714646176984866198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/4714646176984866198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/4714646176984866198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2007/08/turnamen-bola-bekel.html' title='TURNAMEN BOLA BEKEL'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RrwXdMfUvkI/AAAAAAAAACE/0jZNZenlF2I/s72-c/bekel+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-4109699678375639270</id><published>2007-08-10T00:37:00.004-07:00</published><updated>2008-12-12T19:22:50.298-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RrwWTcfUvjI/AAAAAAAAAB8/7tg5jlKHBEg/s1600-h/simboli+tanam+rame2+lg.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RrwWTcfUvjI/AAAAAAAAAB8/7tg5jlKHBEg/s320/simboli+tanam+rame2+lg.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5096973401597460018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-4109699678375639270?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/4109699678375639270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=4109699678375639270' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/4109699678375639270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/4109699678375639270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2007/08/blog-post.html' title=''/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RrwWTcfUvjI/AAAAAAAAAB8/7tg5jlKHBEg/s72-c/simboli+tanam+rame2+lg.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-614258387506061031</id><published>2007-08-10T00:26:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T19:22:50.612-08:00</updated><title type='text'>DUTA TANAM SEKOLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RrwUEsfUviI/AAAAAAAAAB0/ZgDRGYfGUos/s1600-h/simbolik+tanam.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RrwUEsfUviI/AAAAAAAAAB0/ZgDRGYfGUos/s320/simbolik+tanam.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5096970949171133986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);"&gt;Kecil Menanam, Besar Memanen.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);"&gt;Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Korpus Korps PII Wati bekerja sama dengan Kementrian Kehutanan RI serta PERHUTANI membagikan 500 bibit pohon kepada pelajar putri.  Sebagai duta tanam, mereka diharapkan mensosialisasikan kepada teman sebaya pentingnya menjaga dan peduli terhadap lingkungan. Ditunjukkan dengan gemar menanam pohon di sekitar lingkungan rumah, sekolah, masjid, taman bermain dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);"&gt;Kalau semangat ini kemudian mampu ditularkan dengan baik ke lingkungan sekitar, maka  kelestarian alam tetap akan terjaga. SELAMAT MENANAM!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-614258387506061031?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/614258387506061031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=614258387506061031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/614258387506061031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/614258387506061031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2007/08/duta-tanam-sekolah.html' title='DUTA TANAM SEKOLAH'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RrwUEsfUviI/AAAAAAAAAB0/ZgDRGYfGUos/s72-c/simbolik+tanam.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-1312115229548014866</id><published>2007-07-28T06:19:00.000-07:00</published><updated>2007-07-28T06:36:26.749-07:00</updated><title type='text'>HARI LAHIR KORPS PII WATI KE-43</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;KOORDINATOR PUSAT KORPS PII WATI&lt;br /&gt;PELAJAR ISLAM INDONESIA&lt;br /&gt;SAMBUTAN&lt;br /&gt;“HARI LAHIR (HARLAH) KORPS PII WATI KE-42”&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;      Alhamdulillahi rabbil alamin&lt;/em&gt;, lafadz syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yang senantiasa tercurah pada kita semua. Dengan nikmat itu pulalah, kita masih diberi kekuatan dan keistiqomahan untuk berhimpun dalam wadah Badan Otonom Korps PII Wati sebagai pilihan wadah gerakan dakwah kita. Tak lupa Shalawat serta salam kepada qudwah dan uswah sepanjang zaman, baginda Rasulullah SAW. Semoga kita senantiasa mencontoh dan meneladani beliau dalam keseharian kita sebagai asktivis dan kader PII Wati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;“ Barang siapa berbuat amal shalih dari laki-laki dan permpuan dan ia mukmin, maka pasti akan Kami berikan kehidupan yang baik, pasti akan memberikan pahala pada mereka dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (Q.S. An-Nahl : 97)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Sahabat-sahabat PII Wati se-tanah air&lt;br /&gt;Tantangan dakwah semakin besar menghadang. Hegemoni budaya barat sebagai implikasi dari globalisasi menjadi tantangan tersendiri yang tidak bisa kita nafikan telah megikis karakter pelajar putri. Didukung perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin luas dan canggih, menjadikan dunia seolah tanpa batas. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebenarnrya tidak lantas membuat kita menjadi apriori terhadapnya. Sebab kemajuan ini di satu sisi berkontribusi positif dalam pengembangan kapasitas dan wawasan masyarakat khususnya pelajar putri. Akan tetapi di sisi lain perkembangan ini berekses secara tidak langsung menjadi alat perantara yang telah mengubah tatanan nilai dan pola pikir masyarakat. Sebagai contoh, sensualitas tubuh perempuan kemudian tereksploitasi di media dalam bentuk film, sinetron, iklan atas nama kreativitas. Tidak heran media (televise, majalah, koran, internet) kemudian menjadi sarania penyebarluasan pornografi dan pornoaksi. Pola hidup masyarakat pun menjadi lebih hedonis, pragmatis dan matrealistis. Dalam hal ini pelajar putri menjadi objek yang strategis. Akibatnya tak sedikit yang akhirnya terseret dalam perilaku menyimpang seperti seks bebas, lalu hamil dan akhirnya memilih aborsi sebagai jalan pintas. Sangat disayangkan, sebab pelajar putri meruapakan salah satu elemen penerus estafeta perjuangan sekaligus pewaris peradaban di bumi. Namun apa jadinya bila kemudian pelajar putri tidak mampu mengusungnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fenomena terhadap semakin besarnya tantangan dakwah, tidak kemudian menjadikan kita lemah semangat dan putus asa. Akan tetapi menuntut kita untuk bearada di tengah-tengah masyarakat dan melakukan perubahan. Sebagaimana firman Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, melainkan ia merubah dirinya sendiri”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Hendaknya kader dan aktivis korps PII Wati justru semakin memantapkan langkah memberikan pelayanan dan peran ril serta bertindak sebagai problem solver, bukan sebaliknya. Oleh karena itu kader dan aktivis Korps PII Wati juga hendaknya harus selalu mengembangkan dan memperbaiki diri menjadi sosok pribadi yang shalih secara pribadi maupun social, sehingga terbentuk profil muslimah yang ideal dalam konteks diri pelajar putri sebagai anak, calon istri dan ibu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kader dan aktivis Korps PII Wati yang saya cintai&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 karakter yang setidaknya menjadi kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh seorang kader PII Wati dalam memainkan peran dan tanggung jawabnya dalam mengemban amanah Korps PII Wati pada level manapun (Korda,Korwil dan Korpus). Yakni menjadi kader yang cerdas, kreatif dan transformative.&lt;br /&gt;Cerdas, diukur dengan memiliki keluasan wawasan, ketajaman pikir, kedalaman ilmu, serta menjadi seorang analisator. Sebab dengan tolok ukur tadilah, kita mampu memetakan kondisi masyarakat dan sasaran dakwah kita secara akurat dan objektif. Maka sudah selayaknya membaca, diskusi dan menulis tidak lepas dari aktivitas keseharian kader dan kativis PII.&lt;br /&gt;Kreatif , diukur bilamana seorang kader mampu melihat persoalan yang ada dan mampu berkreasi menciptakan perancangan-perancangan sebagaai tawaran program yang solutif terhadap persoalan yang ada serta terhadap kebutuhan pelajar putri. Kader dan aktivis kreatif tidak berpikiran mundur dan kaku, tapi senantiasa melihat sesuatu dalam berbagai perspektif sehingga kaya akan ide karenanya serta menjadikan kita lebih arif adalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Transformatif, sebagai sebuah kompetensi yang sedianya menjadi citra kader dan aktivis Korps PII Wati. Hal ini berarti kita harus hadir di tengah-tengah pelajar putri dan sebagai seorang transformator yang membawa misi perubahan dan memberi kemanfaatan sebesar-besarnya pada masyarakat khusunya pelajar putri. Oleh karena itu, hendaknya kader dan aktivis Korps PII Wati memiliki daya imunitas yang kuat baik dari sisi ruhiyah, jasadiyah maupun fikriyah mengingat perannya sebagai aktivis, transformator dan da’iyah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kader dan aktivis Korps PII Wati se-tanah air.&lt;br /&gt;Kini, 43 tahun BO Korps PII Wati berkiprah dalam kancah gerakan dakwah yang memfokuskan diri pada pembinaan pelajar putri sebagai basisi gerakannya. Dalam mewujudkan cita-citanya untuk mewujudkan kader muslimah pemimpin yang dapat melakukan misi transformasi pendidikan dan kebudayaan dalam konteks ke-islaman. 43 tahun bukan waktu yang cukup singkat untuk tetap eksis berkarya. Dalam kurun waktu tersebut suka dan duka mewarnai dinamika perjuangannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Momentum Hari Lahir ( Harlah ) Bo Korps PII Wati, hendaknya menjadi sumber kekuatan baru bagi kita untuk menyongsong hari esok. Spirit untuk membenahi diri sehingga lebih siap dan lebih produktif berkarya untuk ummat. Sehingga peran PII Wati tidak lagi hanya sebatas wacana yang marak diperbincangkan tapi telah menjadi kerja-kerja nyata. BO Korps PII Wati sudah saatnya kembali tampil di garda depan, saling berangkul dan bersinergi dengan elemen-elemen lainnya yang memiliki kesamaan visi dan misi untuk maju bersama. Dengan semangat Harlah rapatkan barisan, perkokoh ukuwwah sebab ummat menanti kerja nyata kita. Selamat Harlah ke-43 semoga berjaya di dunia, berjaya diakhirat. Allahuakbar &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                                                                              Jakarta, 31 Juli 2007&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                                                                              Korpus Korps PII Wati&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                                                                              Periode 2006-2008&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                                                                              Nur Amelia&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;                                                                                              Ketua&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-1312115229548014866?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/1312115229548014866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=1312115229548014866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/1312115229548014866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/1312115229548014866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2007/07/hari-lahir-korps-pii-wati-ke-43.html' title='HARI LAHIR KORPS PII WATI KE-43'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-713136025168024991</id><published>2007-07-26T06:48:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T19:22:50.804-08:00</updated><title type='text'>MUSLIMAH PEPIAT</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RqioAcaLWFI/AAAAAAAAABM/IB0P24viflI/s1600-h/S5030563.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5091504104321800274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RqioAcaLWFI/AAAAAAAAABM/IB0P24viflI/s320/S5030563.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Annual General Meeting, Persatuan Pelajar Islam Asia Tenggara kembali digelar di Grand Cempaka Jakarta mulai tanggal 21-24 Juli 2007.&lt;br /&gt;Dalam kegiatan tersebut dibentuk pula sebuah badan dengan nama MUSLIMAH PEPIAT, yang dipelopori oleh Korps PII WATI (Indonesia), PKPIM HEWI (Malaysia) dan juga Kohati (Indonesia).&lt;br /&gt;Selain menetapkan sdr Zaid markarma sebagai Sekjend PEPIAT, Muzakkir Jabir dan Mohd. Hilmi ramli sebagai Wasekjend. Ditetapkan pula Nur Amelia sebagai koordinator Muslimah PEPIAT.&lt;br /&gt;Semoga menjadi semangat baru dalam nafas perjuangan ISLAM dan menjadi satu mata rantai kebangkitan pelajar putri di Asia Tenggara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-713136025168024991?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/713136025168024991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=713136025168024991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/713136025168024991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/713136025168024991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2007/07/muslimah-pepiat.html' title='MUSLIMAH PEPIAT'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RqioAcaLWFI/AAAAAAAAABM/IB0P24viflI/s72-c/S5030563.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-9197994283400390155</id><published>2007-07-26T06:42:00.000-07:00</published><updated>2007-07-26T06:44:03.157-07:00</updated><title type='text'>PERDAGANGAN PEREMPUAN : Sebuah Kekhawatiran!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Arus kapitalisme yang berjalan beriringan dengan globalisasi, mengantarkan manusia menjadi matrealistis. Tak dapat disangkal, bahwa industrialisasi sebagai salah satu cirinya menunjukkan perkembangan yang semakin pesat. Berbagai komoditi dijadikan sebagai objek dalam indutrialisasi tersebut dan berdampak terhadap kreativitas manusia dalam menemukan jenis komoditi yang dapat mendatangkan banyak keuntungan (uang). Tata nilai kemudian terpinggirkan dan Hak Asasi Manusia (HAM) pun tidak lagi dijunjung tinggi.&lt;br /&gt;Salah satu kreativitas bebas nilai yang ditemukan oleh manusia, adalah menjadikan manusia sebagai komoditi industri. Manusia diperdagangkan, diperjualbelikan, seperti layaknya komoditi lain. Sederhananya, manusia berdagang manusia. Dalam sistem yang terorganisir, manusia masuk dalam industri perdagangan manusia yang berlangsung tidak hanya dalam negara saja, tapi juga melewati lintas batas negara.&lt;br /&gt;Hingga hari ini, perdagangan manusia masih menjadi isu global yang mengemuka. Dalam perkembangannya, perdagangan manusia adalah bentuk modern perbudakan yang luas terjadi di seluruh dunia. Memperdagangkan manusia adalah industri kejahatan terbesar kedua di dunia setelah perdagangan obat terlarang dan merupakan yang tercepat pertumbuhannya. Menurut Laporan Perdagangan Manusia Amerika Serikat 2004, 5.564 perempuan ditangkap dan ditahan di Malaysia karena dicurigai melakukan prostitusi dan mereka adalah korban perdagangan manusia.. Sedangkan dalam catatan Asian Development Bank, pada tahun 2003 sebanyak satu sampai dua juta manusia diestimasi telah diperdagangkan di seluruh dunia. Sebagian besar dari negara miskin dan berada pada tahap berkembang.&lt;br /&gt;Dalam aktivitas perdagangan manusia tersebut, perempuan juga telah menjadi bagian dari komoditas yang dieksploitasi. Fakta membuktikan bahwa perempuan telah dieksploitasi sedemikian rupa. Dalam kondisi seperti ini, anak-anak bangsa menjadi kehilangan tokoh ibu yang bisa dijadikan pujaan dan kebanggaan.  Dunia kehilangan figur perempuan yang mulia.  perempuan-perempuan yang diperlakukan seperti barang dagangan.&lt;br /&gt;Dalam penelitian Anatona Guno  mengenai perbudakan dan perdagangan di kawasan Selat malaka dalam kurun waktu tahun 1786-1980, perempuan  menjadi komoditas yang menarik karena mempunyai harga jual yang lebih tinggi daripada laki-laki. Perempuan yang diperdagangkan ini ditujukan untuk keperluan sebagai buruh, pelacuran dan dijadikan istri, dengan melibatkan berbagai kelas sosial, etnis, dan golongan. Permintaan pasar tehadap komoditi perempuan jauh lebih besar dibandingkan permintaan pasar terhadap laki-laki.  Itulah sebabnya perempuan yang menjadi korban perdagangan manusia jauh lebih besar dibandingkan laki-laki. Sebagai komoditi, perempuan lebih sering dijadikan pekerja seks dalam industri prostitusi dimana konsumen dalam industri ini didominasi oleh laki-laki. Industri prostitusi merupakan permintaan paling banyak dalam kasus perdagangan perempuan. Tetapi tidak hanya itu, perempuan diperdagangkan juga untuk dijadikan budak, buruh dan bahkan untuk kepentingan penjualan organ tubuh. Berbeda dengan laki-laki, jumlah permintaan pasar untuk menjadikan laki-laki sebagai komoditi relatif lebih kecil karena peruntukkan komoditi laki-laki terutama hanya untuk dipekerjakan sebagai buruh kasar (bangunan, pabrik). Dengan kata lain, peruntukkan komoditi laki-laki dalam perdagangan manusia, sebagian besar hanya untuk dieksploitasi tenaganya.&lt;br /&gt;Dilandasi oleh faktor kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan dapat menggeser manusia untuk bisa bertahan dalam tantangan arus globalisasi. Masyarakat yang pragmatis menjadikan perempuan sebaagi aset yang menghasilkan uang.  Apalagi oleh masyarakat di negara miskin. Perempuan dianggap sebagai kelompok kelas kedua (subordinate), sementara laki-laki sebagai pemilik kekuasaan despotik terhadap perempuan yang bisa melakukan apa saja. Termasuk memperdagangkan perempuan. Kondisi ini akhirnya menempatkan anak perempuan dalam keterpaksaannya, untuk dijadikan komoditi. Di Asia, seringkali perempuan yang diperdagangkan buta huruf, dari desa terpencil, miskin, etnis minoritas dan kasta terbawah.&lt;br /&gt;  Pada bulan Oktober 2006, Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan menyebutkan ada 18 perempuan Indonesia dari berbagai daerah yang diperdagangkan sebagai pekerja seks komersial ke Jepang, padahal menurut janji awal mereka akan menjadi duta seni sebagai penari. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Meutia Hatta juga mengatakan, diperkirakan jumlah korban perdagangan manusia dengan modus sama mencapai lebih dari 1.000 perempuan dan Jepang diduga bukan satu-satunya negara tujuan. Indonesia sendiri termasuk negara tier ke-3 dalam laporan perdagangan manusia 2002. Berdasarkan laporan Depertemen Luar Negeri Amerika Serikat tahun 2001 mengenai Perdagangan Manusia, bahwa Indonesia bersama 22 negara lainnya dipandang sebagai sumber perdagangan manusia, baik untuk kepentingan dalam negeri maupun mancanegara.&lt;br /&gt;Salah satu tujuan perdagangan manusia adalah memasukkan perempuan dalam industri prostitusi. Di Thailand pada tahun 1993, diperkirakan 20.000 perempuan Burma terlibat sebagai pekerja seks di dalamnya., selain berasal dari Burma tercatat pula bahwa 80 ribu perempuan dari provinsi Yunan di Cina dikirim ke Thailand. Sementara di Malaysia Timur banyak pula perempuan Indonesia menjadi pekerja seks dalam industri prostitusi. Begitupula dengan Ukraina, sekitar 500 ribu wanita dan anak-anak dari negeri ini diselundupkan ke negara-negara Eropa. Komisi HAM PBB melaporkan, sekitar10 ribu anak-anak perempuan diselundupkan dari Myanmar ke Thailand. 40 persen pekerja seks anak di Kamboja di datangkan dari Vietnam. UNICEF juga melaporkan bahwa di Taiwan, sekitar 100 ribu remaja putri terlibat dalam industri prostitusi. Korban dalam industri prostitusi ini, sebagian besar merupakan korban perdagangan perempuan.&lt;br /&gt;Dalam banyak kasus perdagangan manusia yang terjadi, seringkali korban dipaksa dengan modus penculikan. Tak sedikit pula korban berada dalam jeratan utang, sehingga dalam keadaan terpaksa mau dijadikan tebusan utang yang tidak dapat dibayar. Modus  lain, korban ditipu dengan akan dipekerjakan di luar negeri sebagai buruh migran. Dalam modus penipuan, seringkali melibatkan orang terdekat seperti keluarga, tetangga dan tokoh masyarakat setempat. Seperti pada salah satu contoh kasus yang  terjadi pada gadis yang masih berusia 17 tahun di Indonesia, ia diajak oleh bibinya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tapi pada akhirnya ia dibawa ke lokasi prostitusi,  bahkan dipaksa dan dianiaya untuk menjajakan seks. Studi tentang pekerja seks di india, bahwa 33 persen dipaksa masuk dalam industri prostitusi karena ajakan keluarga dekat.&lt;br /&gt;Tidak hanya prostitusi yang menjadi tujuan utama dalam perdagangan perempuan. Mereka yang diperdagangkan akan dipaksa menjalani aktivitas sebagai berikut:&lt;br /&gt;Peredaran narkotika, Mail order bride, Child sex tourism (kasus untuk anak perempuan), Buruh migran (pembantu rumah tangga, buruh pabrik) dengan upah murah, Eksploitasi organ tubuh, Kurir narkoba, Adopsi ilegal, Pengemis jalanan dan tindakan serupa perbudakan.&lt;br /&gt;Perdagangan perempuan sebagai aktivitas dalam trafficking in humanity lintas batas negara, sudah seharusnya menjadi perhatian yang serius dari masyarakat internasional mengingat semakin banyaknya kasus yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :  Nur Amelia&lt;br /&gt;            Ketua Korpus Korps PII Wati&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-9197994283400390155?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/9197994283400390155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=9197994283400390155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/9197994283400390155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/9197994283400390155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2007/07/perdagangan-perempuan-sebuah.html' title='PERDAGANGAN PEREMPUAN : Sebuah Kekhawatiran!'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-5264557187471812291</id><published>2007-07-26T06:35:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T19:22:50.952-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RqikasaLWEI/AAAAAAAAABE/WzkOWpmP-nU/s1600-h/100_2481.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5091500157246855234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RqikasaLWEI/AAAAAAAAABE/WzkOWpmP-nU/s320/100_2481.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Salah Satu kegiatan Sosial&lt;br /&gt;dan Pelayanan Pada Masyarakat&lt;br /&gt;Pengobatan gratis saat banjir melanda Jakarta&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-5264557187471812291?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/5264557187471812291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=5264557187471812291' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/5264557187471812291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/5264557187471812291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2007/07/salah-satu-kegiatan-sosial-dan.html' title=''/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RqikasaLWEI/AAAAAAAAABE/WzkOWpmP-nU/s72-c/100_2481.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-8139981204596856548</id><published>2007-07-26T06:12:00.000-07:00</published><updated>2007-07-26T06:13:39.144-07:00</updated><title type='text'>SEBUAH ASA UNTUK KORPS PII WATI KITA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;“ Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan  kedudukanmu” (Q.S. Muhammad : 7 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Barang siapa berbuat amal shalih dari laki-laki dan permpuan dan ia mukmin, maka pasti akan Kami berikan kehidupan yang baik, pasti akan memberikan pahala pada mereka dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (Q.S. An-Nahl       : 97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kelahiran PII Wati 31 Juli 1964, merupakn rentan waktu yang cukup panjang  bagi Korps PII Wati dalam memainkan kiprahnya sebagai salah satu Badan Otonom dalam tubuh Pelajar Islam Indonesia (PII ) yang mengkhususkan diri dalam melakukan pembinaan terhadap kader-kader puteri menuju profil ideal kader muslimah pemimpin yang sadar akan fitrah dan perannya sebagai seorang pelajar puteri, sekaligus sebagai anak dalam keluarga serta kelak sebagai istri dan ibu.  Spirit inilah yang dibawa oleh Korps PII Wati dalam menapaki sejarah perjuangannya dalam menyiapkan kader puteri yang siap mengusung perubahan dalam membangun peradaban untuk mewujudkan kejayaan islam dan ummat islam di muka bumi dalam rangka menuju ”Bhaldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafuur”  sehingga islam dapat menjadi rahmat bagi semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya BO Korps PII Wati sejak tahun 1964, dimaksudkan sebagai wadah aktualisasi bagi kader-kader puteri (PII Wati) untuk turut terlibat aktif mengerahkan potensi yang dimiliki agar dapat berkarya, memberikan peran nyata bagi ummat. Dalam perjalanannya, banyak dinamika yang kemudian  mewarnai pergerakan BO Korps PII Wati. Pada beberapa forum nasional, wacana peleburan pun kian hangat.  Namun pada akhirnya, pada forum Muktamar Nasional yang baru saja diselenggarakan di kota Ambon, memutuskan bahwa keberadaan BO Korps PII Wati masih diperlukan eksistensinya dalam membantu pencapaian misi Pelajar Islam Indonesia (PII) ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas yang ada, sudah seharusnya menjadi bahan perenungan bagi kita  semua untuk menyadari sejauh mana kontribusi yang telah kita berikan. Sekaligus harus menjadi pemacu bagi BO Korps PII Wati pada berbagai tingkatan eselon untuk mematangkan diri korps, mengembangkan kualitas pengurus, intensif dalam melakukan pembinaan dan kaderisasi juga lebih kreatif serta inovatif dalam menjalankan programnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Korps PII Wati hendaknya memperbaharui semangat sebagai kekuatan baru bagi kita untuk menyongsong hari esok. Spirit untuk membenahi diri sehingga lebih siap dan lebih produktif  berkarya untuk ummat. Sehingga peran PII Wati tidak lagi hanya sebatas wacana yang marak diperbincangkan tapi telah menjadi kerja-kerja nyata. BO Korps PII Wati sudah saatnya kembali tampil di garda depan, saling berangkul dan bersinergi dengan elemen-elemen lainnya yang memiliki kesamaan visi dan misi untuk maju bersama. Apalagi ditengah kondisi saat ini, dimana perempuan terutama pelajar puteri hampir kehilangan jati diri sebagai seorang pelajar yang terdidik, bermoral dan berkhlak. Sehingga tidak sedikit dari pelajar puteri yang kemudian terjerumus pada perilaku amoral dan jauh dari nilai-nilai islam. Sebut saja aborsi yang kian marak melanda banyak pelajar puteri, penggunaan narkotika, free sex,  pola hidup hedonis serta bentuk-bentuk perilaku lain yang sudah saatnya ditanggulangi bersama. Kondisi seperti inilah yang harus membuka mata kita, bahwa mereka (Pelajar/kader-kader puteri) menanti pembinaan BO Korps PII Wati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan kita bersama bahwa BO Korps PII Wati ke depan diberi keteguhan oleh Allah SWT untuk bisa mengemban amanah mulia ini. Lebih dari itu, BO Korps PII wati diberi kemudahan oleh-NYA untuk mewujudkan apa yang dicitakan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                   &lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-8139981204596856548?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/8139981204596856548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=8139981204596856548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/8139981204596856548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/8139981204596856548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2007/07/sebuah-asa-untuk-korps-pii-wati-kita.html' title='SEBUAH ASA UNTUK KORPS PII WATI KITA'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-2607220424502897413</id><published>2007-07-26T06:10:00.000-07:00</published><updated>2007-07-26T06:12:02.324-07:00</updated><title type='text'>PROFIL KORPS PII WATI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang Pembentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan pembentukan Korps PII Wati lahir di Training Centre Keputrian PII se-Indonesia yang dilaksanakan 20 sd 28 Juli 1963 di Surabaya. Kemudian dalam sidang keputrian Muktamar PII X bulan Juli 1964 di Malang, disajikan 2 prasaran yang mengantarkan terbentuknya secara resmi lembaga Korps PII Wati.&lt;br /&gt;Adapun kondisi yang melatarbelakangi lahirnya Korps PII Wati terkait dalam muqadimah Peraturan Dasar Korps PII Wati adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bahwa perkembangan hidup dan prikehidupan umat Islam Indonesia di dalam menuju Izzul Islam wal Muslimin telah sampai suatu taraf dimana PII sebagai kader revolusi dan kader umat Islam memegang peranan penting dan utama di dalamnya.&lt;br /&gt;    Bahwa dalam mengemban amanat tersebut, tidak berbeda tugas dan tanggung jawab antara putera dan puteri, kecuali sesuai dengan fitrahnya masing-masing.&lt;br /&gt;       Bahwa PII didalam melaksanakan kewajiban tersebut, besarlah peranan PII Wati di dalamnya. Peranan ini perlu dipelihara, dikembangkan, dan dikekalkan dengan menciptakan&lt;br /&gt;konkritisasi, harmonisasi, dan kristalisasi dari pada warganya, ….(PRT Dasar Korps PII Wati, 1964).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korps PII Wati merupakan bagian dari Pelajar Islam Indonesia (PII) dengan status Badan Otonom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya kader-kader pelajar muslimah pemimpin yang mampu mengemban misi transformasi pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi dan Usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi dari Korps PII Wati adalah :&lt;br /&gt;1.     Sebagai wadah untuk membentuk dan membangun karakter pelajar  muslimah pemimpin.&lt;br /&gt;2.     Sebagai wadah untuk membina dan mengembangkan  potensi, citra dan peranan  pelajar puteri&lt;br /&gt;3.     Sebagai wadah untuk membangun jaringan secara mandiri.&lt;br /&gt;4.     Sebagai wadah untuk mentransformasikan  pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha-usaha yang dapat dilakukan adalah :&lt;br /&gt;1.     Meningkatkan pemahaman dan pengamalan prinsip-prinsip Islam&lt;br /&gt;2.     Meningkatkan keilmuan, wawasan dan mentalitas pemimpin.&lt;br /&gt;3.     Meningkatkan pembinaan kekaryaan di masyarakat.&lt;br /&gt;4.     Terlibat aktif dalam masalah-masalah pelajar puteri dan perempuan pada umumnya.&lt;br /&gt;5.     Membina dan mengembangkan kesadaran PII Wati sebagai agen perubah di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name="_PictureBullets"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-2607220424502897413?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/2607220424502897413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=2607220424502897413' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/2607220424502897413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/2607220424502897413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2007/07/profil-korps-pii-wati.html' title='PROFIL KORPS PII WATI'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-304130483441838485</id><published>2007-07-26T06:05:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T19:22:51.292-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RqibrsaLWAI/AAAAAAAAAAk/4vOt13VwwHQ/s1600-h/talk+show.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5091490553699981314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RqibrsaLWAI/AAAAAAAAAAk/4vOt13VwwHQ/s320/talk+show.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Talk Show &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;" Perempuan Membangun Pendidikan   Berkarakter"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Sebagai wujud kepedulian Korps PII Wati untuk &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;memberikan sumbangan pemikiran dalam mengembangkan mutu pendidikan Indonesia dan sejauh mana peran perempuan di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Hadir sebagai pembicara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;1. ibu Yoyoh Yusro (DPR RI)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;2. ibu Yanti (Keluarga Peduli Pendidikan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;3. nur Amelia (Ketua Korpus Korps PII wati)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-304130483441838485?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/304130483441838485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=304130483441838485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/304130483441838485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/304130483441838485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2007/07/talk-show-perempuan-membangun.html' title=''/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AcarnPZtwIM/RqibrsaLWAI/AAAAAAAAAAk/4vOt13VwwHQ/s72-c/talk+show.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4714144278587988740.post-6703854782520832323</id><published>2007-07-26T05:46:00.000-07:00</published><updated>2007-07-26T05:49:37.634-07:00</updated><title type='text'>KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Membicarakan remaja akan selalu menarik, semenarik untuk menegaskan siapakah remaja tersebut. Secara umum remaja diidentifikasikan sebagai sosok yang sedang mengalami perubahan baik biologis maupun psikologisnnya atau masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. Menyelami dunia remaja kita akan melihat perubahan, perubahan biologis dan psikologisnya termasuk di dalamnya peran sosiologis dimana remaja minta diakui keberadaanya sebagai anggota keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan biologis remaja terlihat dari pertumbuhan fisiknya yang begitu pesat. Pertumbuhan fisik mulai tampak dengan semakin tinggi dan panjang badan, mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki) dan tanda-tanda seksual sekunder yang mulai tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan psikologis ditandai dengan pembentukan konsep diri. Pada masa transisi dari periode anak-anak ke dewasa pembentukan konsep diri sebagai orang dewasa dimulai. Secara psikologik kedewasaan adalah keadaan dimana sudah ada ciri-ciri tertentu pada seseorang. Ciri-ciri tersebut menurut G.W. Allport (dikutip dari Dr. Sarlito W. Sarwono, hal 71, 1994) adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemekaran diri sendiri (extension of the self) yang ditandai dengan kemampuan seseorang untuk menganggap orang atau hal lain sebagai bagian dari dirinya sendiri. Perasaan egoisme berkurang, sebaliknya tumbuh perasaan ikut memiliki.&lt;br /&gt;2. Kemampuan untuk melihat diri sendiri secara objektif (self objectivication) yang ditandai dengan kemampuan untuk memiliki wawasan tentang diri sendiri (self insight) dan kemampuan untuk menangkap humor (sense of humor) termasuk yang menjadikan dirinya sendiri sebagai sasaran. Ia tidak marah jika dikritik dan di saat-saat yang diperlukan ia bisa melepaskan diri dari dirinya sendiri dan meninjau dirinya sendiri sebagai orang luar.&lt;br /&gt;3. Memiliki falsafah hidup tertentu (unifying philosophy of life), tanpa perlu merumuskannya dan mengucapkannya dalam kata-kata. Orang dewasa tahu dengan tepat tempatnya dalam rangka susunan objek-objek lain di dunia. Ia tahu kedudukannya dalam masyarakat, ia paham bagaimana harusnya ia bertingkah laku dalam kedudukan tersebut dan ia berusaha mencari jalannya sendiri menuju sasaran yang ia tetapkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri yang disebutkan Allport tersebut dimulai -- secara fisik-- tumbuh tanda-tanda seksual sekunder, seperti menyukaii lawan jenisnya,jatuh cinta dan memiliki idola.&lt;br /&gt;Usia-usia perubahan atau masa pancaroba/pubertas inilah menimbulkan permasalahan tersendiri dan unik yang dialami para remaja. Jika tidak dihadapi dan diarahkan baik oleh remaja tersebut maupun keluarga dan lingkungan masyarakat sekitarnya tentunnya akan menimbulkan persoalan yang cukup rumit dan membingungkan.&lt;br /&gt;Imempengaruhi remaja tersebut. Perubahan-perubahan ini harus diarahkan dan diberikan pengertian yang benar agar perilaku remaja tersebut tidak menyimpang dan mampu menempatkan fungsi-fungsi reproduksinya sesuai dengan aturan kesehatan dan syariat (agama)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4714144278587988740-6703854782520832323?l=forumpiiwati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/feeds/6703854782520832323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4714144278587988740&amp;postID=6703854782520832323' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/6703854782520832323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4714144278587988740/posts/default/6703854782520832323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forumpiiwati.blogspot.com/2007/07/kesehatan-reproduksi-remaja.html' title='KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA'/><author><name>KORPS PII WATI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00966661055919481918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
