Sabtu, 18 Oktober 2008

APPMB


A P P M B

PII – HMI MPO – KAMMI – KORPUS PIIWATI – LDK IPB – FORUM INDONESIA MUDA – KOHATI MPO –ALIANSI PEMUDA SELAMATKAN BANGSA – SALAM UI - BRIGADE PII – RUMAH BELAJAR

PERNYATAAN SIKAP
ALIANSI PEMUDA PEDULI MORAL BANGSA
TERHADAP RUU PORNOGRAFI

History make man wise, ungkapan ini sudah lazim kita dengarkan dan memang tidak dapat dinafikan. Sejarah sudah selayaknya menjadi tempat berkaca, mengkontemplasikan perubahan dan melahirkan gagasan baru yang lebih kontekstual. Dalam pusaran sejarah bangsa ini, ada sebuah fenomena menarik untuk dicermati. Kepimimpinan kaum muda. Gerakan muda dengan sederet tokohnya yang tentulah merupakan para pemimpin kaum muda mencatat serentetan kiprah kepeloporan untuk perubahan. Kaum muda senantiasa menjadi bagian yang tak bisa lepas dari setiap episode kesejarahan bangsa. Tidak dapat dinafikan lagi, pemuda adalah aset bangsa (human capital) yang memiliki posisi strategis. Pemuda adalah pewaris estafeta kepemimpinan bangsa. Pada diri pemudalah harapan dan cita-cita besar bangsa akan ditipkan.

Namun, realitas menyadarkan kita bahwa pemuda berada dalam ambang kehancuran dengan adanya ancaman pornografi. Beberapa data sebagai fakta yang dapat diajukan:

1. Data kekerasan seksual yang menimpa anak-anak (usia di bawah 18 tahun) yang dihimpun oleh Pusat Krisis Terpadu untuk Perempuan dan Anak di RSCM dari Juni 2000 hingga Juni 2005 menunjukkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan mencapai 1200 kasus dan pencabulan anak laki-laki sebanyak 68 kasus. Korban umumnya dibawah usia 16 tahun, dan pada umumya dimulai ketika anak masih sangat kecil dan belum mengerti perilaku seksual.
2. Data dari Survei Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2005 menunjukkan bahwa lebih dari 80 % anak berusia 9-12 tahun di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi telah mengakses materi pornografi, 25 % melalui hand phone, 20 % dari situs porno di internet, 12 % dari majalah , 12 % dari film/ VCD/ DVD. Remaja usia 19-24 tahun lebih parah lagi, 97 % (artinya hampir semua) remaja pernah mengakses situs porno.
3. Anak-anak Indonesia kini telah dijadikan sebagai model gambar-gambar porno yang bereder di situs-situs internet atau website. Bahkan, menurut hasil survei dari Top Ten Review pada tahun 2006, anak Indonesia ditengarai merupakan jumlah terbesar yang dijadikan model pada situs tersebut. 'Dari 4,2 juta situs porno, 100 ribu diantaranya berupa situs yang menampilkan anak-anak sebagai objek seksual, dan yang terbanyak adalah anak-anak Indonesia,' kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Masnah Sari, usai sosialisasi Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak di Graha Bhumi Phala, Kantor Setda Temanggung, Rabu (9/4).
4. Di Indonesia pada tahun 1999 terjadi 2 juta aborsi, 750.00 diantaranya terjadi pada pasangan yang belum menikah. Wajar, karena Penelitian BKKBN di enam kota di Jawa Barat tahun 2002 menyebutkan: 39,65% (artinya 4 dari 10) remaja pernah berhubungan seks sebelum nikah. (Lihat Sejarah Erotisme & Seks Bebas, Umar Abdullah, Bogor : elMoesa Production, 2006).
5. Buletin al-Islam Edisi 315 Setiap hari berbagai media (cetak maupun elektronik) selalu menyajikan berita tentang berbagai kasus yang mendera anak-anak kita. Pelecehan seksual, penculikan, penyiksaan, pembunuhan (bahkan sejak usia sangat dini dengan aborsi), perdagangan anak, anak-anak yang terbelakang
karena kurang gizi, anak-anak putus sekolah, hingga kriminalitas anak
6. Ancaman Televisi Sekitar 60 juta anak Indonesia menonton TV selama berjam-jam hampir sepanjang hari. Berdasarkan penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2002, di Jakarta, misalnya, anak-anak menghabiskan sekitar 30-35 jam di depan pesawat TV selama seminggu atau 1560-1820 jam pertahun. Angka itu bahkan jauh lebih besar daripada jam belajar anak di Sekolah Dasar (SD) yang tidak sampai 1.000 jam setahun. Sementara apa yang mereka tonton daiantaranya tayangan yang menampilkan ketelanjangan dan ataupun yang mengesankan ketelanjangan.
7. Meningkatnya jumlah masyarakat yang terkena penyakit yang mematikan di Indonesia. Diperkirakan 30 ribu orang terjangkit HIV/AIDS.
8. BBC dan CNN pada 2001 juga pernah melaporkan, Indonesia dan Rusia merupakan pemasok terbesar materi pornografi anak, di mana anak-anak ditampilkan dalam adegan-adegan seksual. (Republika, 21/5/06).
9. Sekitar 100.000 wanita dan anak-anak diperdagangkan setiap tahunnya, di antaranya untuk bisnis seks. Indonesia bersama 22 negara lainnya dipandang sebagai sumber perdagangan manusia, baik untuk kepentingan dalam negeri maupun mancanegara. Salah satu tujuan perdagangan manusia adalah memasukkan perempuan dalam industri prostitusi
10. Aborsi di Indonesia terjadi sebanyak 2,2 juta setahunnya. Maknanya setiap 15 detik seorang calon bayi di suatu tempat di negeri ini meninggal
11. Ancaman Pornografi dan Seks Bebas berdasarkan data Yayasan Kita dan Buah Hati pernah melakukan survei sepanjang tahun 2005 di antara kalangan anak-anak SD, usia 9-12 tahun. Respondennya 1.705 anak di Jabodetabek, ternyata 80 persen dari anak-anak itu sudah mengakses materi pornografi dari bermacam-macam sumber: komik-komik, VCD/DVD, dan situs-situs porno. Di Indonesia, komik-komik porno harganya cuma Rp 2.000-Rp 3.000, sementara VCD porno bisa Rp 10.000 dua keping. Itu bisa dibeli di stasiun kereta, di depan sekolah, di depan kantor polisi, bisa di mana saja. .
12. Terdapat 4,200,000 (empat koma dua juta) situs porno dunia, 100,000
(seratus ribu) situs porno Indonesia di internet.

Kami sebagai elemen pemuda yang risau dan sekaligus peduli pada moral bangsa MENYATAKAN SIKAP:

1. MENGUTUK DAN MENGECAM KERAS, PERSEORANGAN MAUPUN KOORPORASI YANG TELAH TURUT ANDIL DALAM MEREBAKNYA PEREDARAN MATERI PORNOGRAFI YANG TELAH MERUSAK MORAL DAN KARAKTER PEMUDA INDONESIA
2. MEMANDANG PENTING LAHIRNYA PRODUK HUKUM YANG SECARA TEGAS MAMPU MENGATUR AGAR PORNOGRAFI TIDAK SEMAKIN BERKEMBANG LUAS
3. MENDUKUNG SEGERA DISAHKANNYA RUU PORNOGRAFI DEMI PENYELAMATAN ASET BANGSA (PEMUDA)
4. PERAN AKTIF CRIMINAL JUSTICE SYSTEM (APARAT PENEGAK HUKUM POLISI, JAKSA DAN HAKIM) DALAM MENJALANKAN UNDAN-UNDANG YANG TELAH ADA
5. MENGHIMBAU MASYARAKAT UNTUK TETAP KRITIS DAN OBJEKTIF TERHADAP MASALAH DEKADENSI MORAL YANG TERJADI PADA BANGSA INI

Jakarta, 16 Oktober 2008
Koordinator

Nur Amelia Kahar

Tidak ada komentar: